Rekapitulasi Molor, Penetapan Pemira X 2026 UIN Ponorogo Digelar hingga Pagi Hari
lpmalmillah.com - Kamis (19/02/2026), penetapan para calon anggota Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menjadi agenda terakhir Pemira X 2026. Penetapan ini dilaksanakan bertempat di gedung Graha Watoe Dhakon kampus 1 Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Sebelum melaksanakan penetapan, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) melakukan penghitungan suara pada hari Rabu (18/02/2026) pada pukul 20.00 WIB.
Dalam pelaksanaanya, Muhammad Al-Fatih selaku ketua KPUM memaparkan Pemira tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, pelaksanaan penetapan dimulai pada pukul 06.15 WIB. Adanya keterlambatan penetapan ini disebabkan rekapitulasi suara dan beberapa sengketa di tingkat fakultas. “Sebenarnya perhitungan suara di fakultas idealnya berakhir padda pukul 12.00. Namun, beberapa peserta pemira di ranah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) yang suaranya tidak mencukupi ambang batas. Kemudian ingin dilakukan katrol (suara) akan tetapi pihak terkait tidak di tempat. Jika di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) terdapat kertas yang belum dimasukkan ke dalam kotak suara padahal kotaknya sudah disegel, sehingga suara tersebut dinyatakan tidak sah,” paparnya.
Sebagai peserta Pemira yang terpilih memenangkan kontestasi, Arselna
Ahda dan Satya Chandra selaku Dema FUAD terpilih menganggap bahwa menjadi ketua
bukan hanya sekadar euforia, tetapi tentang memenuhi dan melakukan pelayanan pada
mahasiswa. “Tentunya sangat bersyukur, tetapi juga diiringi rasa tanggungjawab
dan rasa was-was ketika mengemban amanah ini. Pastinya menjadi ketua bukan
sekadar euforia, tetapi juga tentang bagaimana cara kita dapat memenuhi dan
melakukan pelayanan pada mahasiswa,” ucap Arselna.
Sementara itu paslon terpilih dari ranah Dema-U dengan nomor urut
02, Yahya Eka Agung dan Mochammad Fatjar Romdhoni menjelaskan langkah selanjutnya
setelah terpilih menjadi pemimpin Ormawa di lingkup universitas adalah
mengadakan Open Recruitment (Oprec) anggota. “Rencana kami setelah ini
adalah oprec, dan juga menganalisis kebutuhan mahasiswa saat ini secara
umum,” jelas Mochammad Fatjar Romdhoni selaku wakil ketua Dema Universitas
terpilih.
Tidak hanya Dhoni, Agung selaku ketua Dema Universitas mempunyai
harapan untuk dapat bersinergi diseluruh Ormawa Republik Mahasiswa UIN
Ponorogo. Sebab pada ranah universitas tidak hanya tentang internalnya sendiri
tetapi juga mengenai Sema, Dema, HMJ, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Unit
Kegiatan Khusus (UKK). “Kami (ketua Dema dan wakilnya) harus bersinergi untuk
disemua Ormawa yang ada di RM UIN Ponorogo. Karena kami di universitas dan
tidak hanya tentang internal saja, tetapi juga membutuhkan dari teman-teman UKM/UKK
dan Ormawa lainnya,” jelasnya.
Berakhirnya agenda Pemira tahun ini menyisakan minimnya partisipasi
mahasiswa untuk memberikan hak suaranya. Dengan melihat total Daftar Pemilih
Tetap (DPT) masih dibawah 50%. Adanya kondisi ini Fatih berharap bahwa ditahun
depan antusiasme mahasiswa dapat naik dan menghasilkan calon peserta yang
berkualitas. “Saya berharap antusiasme mahasiswa bisa naik yang mana selaras
dengan calon-calon yang berkualitas. Artinya nanti akan resiprokal (saling
berbalasan) antara calon-calon kandidat yang berpotensi dan kompeten. Serta
penyelenggaraan Pemira semakin transparan dan profesional,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap pada penyelenggaraan Pemira
selanjutnya dapat meneruskan transparansi dan keterbukaan informasi terhadap
semua pihak. “Proses penyelenggaraan itu saya harap untuk ketua KPUM
selanjutnya dapat melakukan transparansi dan sisi inklusivitas (keterbukaan)
terhadap pihak-pihak lain (yang membutuhkan informasi tentang Pemira), termasuk
juga kepada pers,” harapnya.
Penulis: Lidya, Putri
Editor: Satrio

Tidak ada komentar
Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.