Kurang Partisipasi Hingga Ancaman Kotak Kosong Turut Mewarnai Puncak Pemira 2026
Penyelenggaraan pemungutan suara tentu tidak terlepas
dari partisipan mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, calon ketua Dewan Eksekutif
Mahasiswa (Dema) FEBI mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa dirasa kurang
yang disebabkan pada hari ini beberapa mahasiswa diliburkan oleh dosennya. Selain
itu, kurangnya sinergi dengan pihak fakultas juga turut melatarbelakanginya.
“Kurang pembentukan sinergi aja sih. Kayak kita itu kurang keharmonisan (dengan
pihak fakultas),” ungkap Muhammad Habibie Kurniawan.
Sementara itu pelaksanaan pemungutan suara di Fasya
berjalan lancar dengan partisipan yang terbilang tinggi. Menurut penuturan
ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Fasya berjaga di lobi untuk
mengarahkan mahasiswa serta menggandeng wakil dekan 3 untuk bekerja sama dalam
menyukseskan Pemira terutama pada agenda pemungutan suara. “Kami dari KPUM (berupaya)
mengelilingi gedung dan menjaga di lobi untuk mengarahkan teman-teman kesini
(tempat pemungutan suara). Tidak hanya itu, kami juga meminta ke wakil dekan untuk
menginstruksikan kepada para dosen agar dapat mengarahkan mahasiswanya (dalam
pemungutan suara),” tutur Satrio Arif Wicaksono.
Menilik pada fakultas lain yakni FTIK, pihak KPUM
menyediakan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kampus 1 dan kampus 2 dengan
harapan angka pemilih dapat meningkat daripada tahun sebelumnya. Pengadaan dua
TPS ini bermaksud untuk memudahkan para mahasiswa semester 6 dan 8 yang berada
di kampus 2. “Harapan saya (jumlah pemilihnya) naik, soalnya kan ada 2 TPS juga
dan itu memudahkan bagi mereka yang semester 6 dan 8 untuk mencoblos di sana,”
papar Afghani Hamim Rofiqi sebagai ketua KPUM FTIK.
Pemungutan suara pada hari ini mendapatkan tanggapan
yang berbeda dari para peserta Pemira. M. Izdad Niam Alkafi yang maju sebagai
calon wakil ketua Dema-U menyatakan bahwa ia cukup optimis dengan hasilnya
nanti, mengingat upaya dari timnya dan kampanye yang telah dilakukan. “Saya
juga yakin saja, karena sebelumnya, saya sudah punya tim sendiri untuk kemudian
berkampanye. (Dan) kita sudah melakukan strategi, In Syaa Allah tinggal
tunggu hasilnya,” ucapnya.
Keberadaan kotak kosong di Pemira kali ini sedikit
mengkhawatirkan bagi pasangan calon ketua dan wakil Dema FEBI. Pasalnya
ditinjau dari kepercayaan mahasiswa terhadap pasangan ketua dan wakil yang
merupakan calon tunggal, tidak menutup kemungkinan pilihan mahasiswa jatuh
kepada kotak kosong tersebut. “Melihat dari tingkat kepercayaan mahasiswa
kepada calon ketua dan wakil itu, bisa jadi para mahasiswa malah berinisiatif
untuk memilih kotak kosong,” jelas Habibie.
Selepas Pemira berakhir, diharapkan mereka dapat
melaksanakan visi misinya dan mengemban amanah yang telah diberikan dengan
baik. Erlin Hartanti, salah seorang mahasiswa FTIK menyatakan bahwa Pemira ini
merupakan sarana berdemokrasi di kampus. Erlin juga berharap bahwa kelak
apabila mereka terpilih, dapat mengemban tanggung jawab tersebut dengan baik.
“Visi misi yang mereka bawa itulah, akan menjadi tanggung jawab mereka ke
depannya,” ucapnya.
Flowrinda Ramadhani, Ekonomi Syariah, mahasiswa FEBI semester
4 turut menyampaikan harapannya kepada
para calon terpilih dengan harapan dapat konsisten dengan apa yang pernah disampaikan
pada saat kampanye. “Semoga yang terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik,
konsisten dengan janji kampanye kemarin dan benar-benar kerja, tidak
menguntungkan diri sendiri,” ujarnya.
Reporter: Isna, Hani, Nadya, Eva, Nazala, Shuffa, Putri, Farhan, Arfian, Zhalma
Penulis: Isna, Nadya
Editor: Satrio

Tidak ada komentar
Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.