Cuplikan

Kurang Partisipasi Hingga Ancaman Kotak Kosong Turut Mewarnai Puncak Pemira 2026

 

Foto: Hani
lpmalmillah.com - Pada Rabu (18/02/2026), pemungutan suara serentak dilaksanakan di empat fakultas yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), dan Fakultas Syariah (FASYA). Agenda ini menandai puncak dari rangkaian acara Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2026 yang dimulai sejak Januari lalu. Tahapan Pemira 2026 telah berjalan mulai dari pembukaan pendaftaran calon peserta, verifikasi berkas, pengambilan nomor urut, kampanye hingga debat.Kemudian, pemungutan suara yang dilaksanakan di masing-masing fakultas untuk memastikan efektivitas pelaksanaan dan partisipasi pemilih. 

Penyelenggaraan pemungutan suara tentu tidak terlepas dari partisipan mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, calon ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa dirasa kurang yang disebabkan pada hari ini beberapa mahasiswa diliburkan oleh dosennya. Selain itu, kurangnya sinergi dengan pihak fakultas juga turut melatarbelakanginya. “Kurang pembentukan sinergi aja sih. Kayak kita itu kurang keharmonisan (dengan pihak fakultas),” ungkap Muhammad Habibie Kurniawan.

Sementara itu pelaksanaan pemungutan suara di Fasya berjalan lancar dengan partisipan yang terbilang tinggi. Menurut penuturan ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Fasya berjaga di lobi untuk mengarahkan mahasiswa serta menggandeng wakil dekan 3 untuk bekerja sama dalam menyukseskan Pemira terutama pada agenda pemungutan suara. “Kami dari KPUM (berupaya) mengelilingi gedung dan menjaga di lobi untuk mengarahkan teman-teman kesini (tempat pemungutan suara). Tidak hanya itu, kami juga meminta ke wakil dekan untuk menginstruksikan kepada para dosen agar dapat mengarahkan mahasiswanya (dalam pemungutan suara),” tutur Satrio Arif Wicaksono.

Menilik pada fakultas lain yakni FTIK, pihak KPUM menyediakan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kampus 1 dan kampus 2 dengan harapan angka pemilih dapat meningkat daripada tahun sebelumnya. Pengadaan dua TPS ini bermaksud untuk memudahkan para mahasiswa semester 6 dan 8 yang berada di kampus 2. “Harapan saya (jumlah pemilihnya) naik, soalnya kan ada 2 TPS juga dan itu memudahkan bagi mereka yang semester 6 dan 8 untuk mencoblos di sana,” papar Afghani Hamim Rofiqi sebagai ketua KPUM FTIK.

Pemungutan suara pada hari ini mendapatkan tanggapan yang berbeda dari para peserta Pemira. M. Izdad Niam Alkafi yang maju sebagai calon wakil ketua Dema-U menyatakan bahwa ia cukup optimis dengan hasilnya nanti, mengingat upaya dari timnya dan kampanye yang telah dilakukan. “Saya juga yakin saja, karena sebelumnya, saya sudah punya tim sendiri untuk kemudian berkampanye. (Dan) kita sudah melakukan strategi, In Syaa Allah tinggal tunggu hasilnya,” ucapnya.

Keberadaan kotak kosong di Pemira kali ini sedikit mengkhawatirkan bagi pasangan calon ketua dan wakil Dema FEBI. Pasalnya ditinjau dari kepercayaan mahasiswa terhadap pasangan ketua dan wakil yang merupakan calon tunggal, tidak menutup kemungkinan pilihan mahasiswa jatuh kepada kotak kosong tersebut. “Melihat dari tingkat kepercayaan mahasiswa kepada calon ketua dan wakil itu, bisa jadi para mahasiswa malah berinisiatif untuk memilih kotak kosong,” jelas Habibie.

Selepas Pemira berakhir, diharapkan mereka dapat melaksanakan visi misinya dan mengemban amanah yang telah diberikan dengan baik. Erlin Hartanti, salah seorang mahasiswa FTIK menyatakan bahwa Pemira ini merupakan sarana berdemokrasi di kampus. Erlin juga berharap bahwa kelak apabila mereka terpilih, dapat mengemban tanggung jawab tersebut dengan baik. “Visi misi yang mereka bawa itulah, akan menjadi tanggung jawab mereka ke depannya,” ucapnya.

Flowrinda Ramadhani, Ekonomi Syariah, mahasiswa FEBI semester 4  turut menyampaikan harapannya kepada para calon terpilih dengan harapan dapat konsisten dengan apa yang pernah disampaikan pada saat kampanye. “Semoga yang terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik, konsisten dengan janji kampanye kemarin dan benar-benar kerja, tidak menguntungkan diri sendiri,” ujarnya.

Reporter: Isna, Hani, Nadya, Eva, Nazala, Shuffa, Putri, Farhan, Arfian, Zhalma
Penulis: Isna, Nadya
Editor: Satrio

Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.