Pengambilan Nomor Urut Dilaksanakan Terpisah, Antusiasme Mahasiswa Cukup Rendah
Rangkaian agenda
Pemilihan Umum Raya (Pemira) di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari hari ini (9/02/2026) telah
menyelenggarakan Penetapan Calon Peserta sekaligus Pengambilan Nomor Urut.
Agenda ini telah dimulai sejak kemarin pada hari Minggu (8/02/2026) di Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu Keguruan (FTIK). Sedangkan hari ini dilaksanakan oleh Fakultas Syariah (Fasya), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
(FEBI), serta tingkat universitas. Pada tingkat universitas, agenda ini digelar
di aula FEBI lantai 3 kampus 2 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Sementara itu pada tingkat fakultas diselenggarakan di
aula fakultas masing-masing.
Sebelum pelaksanaan pengambilan
nomor urut digelar, Panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) melakukan
sidang pleno secara tertutup dalam rangka menetapkan para peserta pemira yang telah
lolos pemberkasan. “Melakukan verifikasi berkas peserta terlebih dahulu, lalu ditetapkan di sidang pleno dan kemudian mendapatkan SK (Surat Ketetapan) peserta Pemira. Dan nantinya akan diinformasikan pada media sosial Instagram terkait (informasi) penetapan calonnya,” ucap Afghani selaku
Ketua KPUM-F.
Kegiatan pengambilan nomer urut digelar secara terbuka
dengan susunan acara formal. Adi
Prasetyo selaku ketua KPUM FEBI menyatakan bahwa beberapa peserta yang
merupakan pasangan calon tunggal (paslon) secara otomatis akan mendapatkan
nomor urut pertama. Sedangkan peserta lain mengambil nomor urutnya secara acak
melalui undian. “Untuk paslon tunggal otomatis langsung mendapatkan nomor urut
pertama. Sedangkan peserta lain mengambil nomor urut secara undian,“ ucap Adi Prasetyo
selaku KPUM FEBI.
Pada pemira kali ini, di ranah fakultas jumlah paslon tunggal cukup merata. Hal ini sejalan dengan pernyataan Adi Prasetyo yang menjelaskan adanya kemunculan kotak kosong pada Pemira 2026. “Kalau secara
keseluruhan mungkin hampir sama dengan tahun kemarin. Namun untuk tahun ini, entah itu dari HMJ
maupun Dema sendiri hanya ada satu paslon, sehingga memunculkan kotak kosong,”
jelasnya.
Dalam penetapan calon
dan pengambilan nomor urut peserta, terdapat beberapa kendala di beberapa
Fakultas. Kendala tersebut juga dialami oleh FUAD seperti halnya menurunnya
jumlah paslon peserta Pemira tahun ini, seperti yang dipaparkan oleh Muhd
Naufal Faiz Adib Kurnia selaku perwakilan dari Ketua KPUM-FUAD. “Tahun
sebelumnya terdapat dua pasangan calon dari HMJ KΡΙ, tahun ini mengalami
penurunan jumlah peserta yang hanya terdapat satu pasangan calon,” ucap Adib.
Setelah pengambilan nomor urut, agenda selanjutnya
adalah masa kampanye yang akan berlangsung mulai 10 Februari–16 Februari 2026.
Agenda ini digunakan sebagai sarana promosi masing-masing paslon agar
meyakinkan mahasiswa mereka layak untuk dipilih. Seperti yang dilakukan
Mochammad Fatjar Romdhoni selaku Calon Wakil Ketua Dema Universitas nomor urut
2 tengah mempersiapkan visi misi dengan pasangannya. “Alhamdulillah kami telah
mempersiapkan visi misi untuk masa kampanye dan debat nantinya. Dan saya
pribadi mempunyai ide menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana
kampanye,” paparnya.
*Nomor urut dan nama peserta pemira dapat dilihat pada akun
media sosial instagram KPUM Universitas maupun Fakultas masing-masing.
Reporter: Hilmi, Hani, Eva, Shuffa, Arfian, Nazala, Nadya, Claudea, Zulaikin, Farhan, Afriyan, Putri
Penulis: Hani, Eva
Editor: Rio

Tidak ada komentar
Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.