Pelantikan Ormawa UIN Ponorogo: Pimpinan Tekankan Manfaat Organisasi, Mahasiswa Soroti Evaluasi Teknis Acara
lpmalmillah.com - Jumat, 17 April 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat universitas. Kegiatan tersebut diadakan di aula lantai 3 Gedung Pusat Sumber Belajar (PSB) Kampus 2 sekitar pukul 14.23 WIB. Prosesi pengambilan sumpah ini dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat serta para perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK).
Dalam sambutannya, Evi Muafiah, selaku Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan tanda formal bagi mahasiswa untuk mulai menjalankan program kerja. Rektor menegaskan bahwa pengalaman berorganisasi adalah bekal penting di luar pencapaian akademik. "Manfaat berorganisasi mungkin tidak bisa diprediksi sekarang, namun apa yang kita lakukan saat ini adalah modal dasar menuju masa depan," ujarnya di hadapan para mahasiswa.
Merespon adanya beberapa ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan acara, Rektor menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran. "Ini adalah awal yang baik meskipun ada beberapa hal yang kurang sempurna. Kalian sedang belajar, sama seperti saya yang juga terus belajar dalam memimpin," tambahnya.
Di sisi lain, pelaksanaan acara ini
mendapat sejumlah catatan evaluasi dari peserta yang dilantik. Ketua UKM Mapala
Pasca, Risma, menyatakan rasa syukurnya karena kepengurusan telah resmi
dilantik. Namun, menyoroti kurangnya persiapan panitia yang berdampak pada
kekhidmatan acara. "Kesannya tentu senang karena akhirnya dilantik. Namun,
ada beberapa hal yang kurang berkesan karena kurangnya persiapan, seperti acara
yang molor sehingga kita banyak menunggu," ungkap Risma.
Menanggapi kendala teknis dan operasional tersebut, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA-U) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo periode 2026, Dicky, memberikan klarifikasi. mengakui bahwa belum ada koordinasi yang matang antara pihak pengurus mahasiswa dengan bagian akademik, khususnya mengenai susunan acara dan petugas pembawa acara.
Selain masalah komunikasi, Dicky menyebutkan ketiadaan gladi bersih sebagai faktor penyebab munculnya kendala teknis di lapangan, seperti tidak tersedianya lagu Mars UIN pada laptop operator karena arsip lagu belum disiapkan pada perangkat panitia. "Yang saya amati adalah di poin komunikasi. Bahwasanya dalam organisasi ini merupakan tempat milik bersama yang di mana komunikasi sangat urgen dan sangat penting," jelas Dicky saat mengevaluasi pelaksanaan acara.
Penulis: Ovan
Editor: Satrio


Tidak ada komentar
Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.