Iklan Layanan

Cuplikan

Lho, Hasilnya Begitu Kok Nyatanya Begini?



 Opini oleh: Hanifa

Jangan karena prestasi, lantas kita terlena. Sebagai masyarakat kampus yang baik, kita harus tetap mengawal dan kritis menanggapinya. Jangan-jangan itu hanyalah bualan belaka!


    Siapa yang tidak bangga kala kampusnya memperoleh prestasi. Ya, sebagai salah satu mahasiswa di IAIN Ponorogo, tentu penulis juga ikut merasa bangga dengan prestasinya. Pada 21 Desember 2020, melalui akun Instagram @iain.ponorogo meng-upload sebuah postingan bahwasannya IAIN Ponorogo meraih peringkat 9 Top PTKIN dari UI Green Metric. Tentu, hasil yang bukan kaleng-kaleng kan? Apalagi bersaing dengan banyak kampus lainnya. Namun, lembaga apakah yang mengeluarkan hasil pemeringkatan tersebut?  

    UI Green Metric adalah satuan program dari Universitas Indonesia yang menilai universitas-univesitas peserta berdasarkan komitmennya terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan. UI Green Metric menilai berbagai universitas yang tidak hanya nasional tetapi juga internasional, seperti University of Oxford, University of California, Wageningen University & Research. Wow keren, siapa sih yang gak bangga?

    Kriteria dan indikator yang digunakan dalam penilaian tersebut adalah: 1) Pengaturan Kampus dan Infrastruktur (15%) memberikan informasi dasar mengenai kebijakan universitas tentang lingkungan hijau. 2) Energi dan Perubahan Iklim (21%) fokus pada perhatian universitas terhadap penggunaan energi dan isu perubahan iklim. 3) Sampah (18%) menilai soal pengolahan limbah dan aktivitas daur ulang di universitas untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. 4) Air (10%) tujuan utamanya adalah universitas bisa mengurangi penggunaan air, meningkatkan program konservasi, dan melindungi habitat. 5) Transportasi (18%) fokus pada kebijakan kampus dalam membatasi jumlah penggunaan kendaraan bermotor. 6) Edukasi dan Riset (18%) fokus pada peran universitas untuk menciptakan generasi baru yang fokus pada isu berkelanjutan (energi, perubahan iklim, dan lain-lain).

***

    Lalu, dari kriteria dan indikator dalam penilaian di atas. Berapakah peringkat IAIN Ponorogo secara keseluruhan jika dibandingkan kampus-kampus besar itu?

    Mengutip dari laman web http://greenmetric.ui.ac.id/overall-rankings-2020/, IAIN Ponorogo berada di peringkat 882 dari total 912 universitas yang dinilai. Wow, ternyata kampus kita berada di rangking 30 dari bawah. Pada menu lainnya juga terdapat penilaian dalam lingkup nasional atau dalam suatu negara tertentu. Kemudian, rangking berapakah IAIN Ponorogo dalam tingkat nasional? Mengutip dari laman web http://greenmetric.ui.ac.id/country-list2020/?country=Indonesia, IAIN Ponorogo berada di rangking 84 dari 89 universitas yang terdiri dari PTS, PTN, PTKIN, dan PTKIS. Pertanyaannya, dalam lingkup PTKIN, berapakah perguruan tinggi yang masuk dalam penilaian dan berapakah rangking IAIN Ponorogo?

    Melihat dari web di atas (peringkat nasional) meskipun tidak ada menu tersendiri, tentu kita dapat mengelompokkan menjadi kelompok PTS, PTN, PTKIN, PTKIS. Ternyata hanya ada 9 PTKIN yang masuk dalam penilaian tersebut. Berarti, kita rangking terakhir dari keseluruhan PTKIN tersebut. Namun posting-an di akun Instagram tersebut sangat menarik dengan judul “SELAMAT TOP 9 PTKIN”. Menarik bukan?

    Menitikberatkan pada kriteria dan indikator penilaian di atas. Mari kita sedikit melakukan evaluasi terhadap IAIN Ponorogo. Poin pertama, tentang lingkungan hijau. Mungkin karena mayoritas gedungnya di cat warna hijau dan salah satu kampusnya berada di tengah sawah kali yaa. Oo iya, jas almet-nya juga hijau ya. Poin kedua, tentang penggunaan energi dan isu perubahan iklim. Hmm hemat energi yaa, mungkin masuk sih. Kan tidak sedikit pendingin ruangan dan penerangan yang tidak berfungsi, jadi kan hemat.

    Baiklah, kita akan melanjutkan evaluasi terhadap poin lainnya. Poin ketiga, sejauh ini kampus belum ada pengolahan sampah secara khusus, apalagi daur ulang. Poin keempat, di kampus belum ada penerapan daur ulang (recycle) air. Poin kelima, sampai saat ini belum ada regulasi yang secara spesifik untuk mengatur jumlah kendaraan bermotor guna mengurangi emisi gas CO2. Poin keenam, edukasi dan riset. Apa mungkin karena jargonnya Research University ya? Woww

    Sudah layak kah kita dengan penilaian tersebut? Sudah puaskah kita dengan hasil yang kita capai? Semoga IAIN Ponorogo terus berbenah untuk mencapai predikat sebagai kampus hijau yang ramah lingkungan. Mengingat semakin hari semakin menipis juga persediaan alam yang tersedia seiring semakin maraknya polusi dan pencemaran lingkungan. Hal inilah yang membuat kita harus sadar pentingnya merawat alam, dan diharapkan kampus sebagai  institusi yang mempunyai wewenang dapat mejadi wadahnya. Terus semangat yak untuk kamu kampusku!


3 comments:

  1. Fakta yang mencengangkan, padahal aku udah hampir sedikit bangga lo.

    ReplyDelete
  2. Mungkin mergo kampusnya warna ijo sehingga terkesan seperti alas yang sejuk, ijo royo royo, bebas polusi dan memiliki serapan air yang baik

    ReplyDelete
  3. Memang kampusnya cat hijau sih. Semoga semakin berbenah kampus dari tahun ke tahun. Agar mahasiswa pun bangga denganmu.

    ReplyDelete

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner