Iklan Layanan

Cuplikan

Anime: Masterpiece dari Negeri Matahari Terbit

mastekno.com

Oleh: Gilang Refo
 

    Membincang soal Anime, mungkin sebagian dari kalian langsung berpaling karena berpikir bahwa Anime hanya untuk anak kecil, atau bahkan untuk orang yang aneh. Namun pikiran itu hanyalah stereotip pada orang-orang dahulu, dimana Anime yang populer pada saat itu hanya Crayon Shin-chan dan Doraemon. Seiring dengan berkembangnya teknologi, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan penonton, Anime pada masa kini memliki banyak genre. Mulai dari Anime bertema fantasi dan edukasi untuk anak, hingga Anime bertema sadis dan erotis.

    Sejak dulu Anime memang memiliki tempat tersendiri bagi para penontonnya. Seperti yang kita ketahui beberapa Anime legendaris seperti Sailor Moon (1992), Neon Genesis Evangelion (1995) Dragon Ball (1986), One Piece (1999), dan Naruto (2002). Masing masing Anime tersebut memiliki karakter tokoh yang unik dan menyajikan jalan cerita yang menarik, membuat penonton terbius dan masuk ke dalam cerita.

    Bagi para penonton yang menyukai kisah yang terbilang “berat” pun dapat menemukan Anime yang berkisah demikian. Seperti Anime Death Note yang rilis perdana tahun 2006. Meski memasukkan unsur fiksi dalam cerita dengan adanya tokoh Shinigami (Dewa Kematian), Anime dengan total 42 episode ini akan membuat pusing setiap episodenya. Jalan cerita Death Note sangat sulit untuk ditebak serta memberi kejutan dengan karakter para tokohnya yang sangat cerdik, protagonis dan antagonis merupakan sahabat, keluarga sekaligus musuh.

    Tak hanya kisah yang menarik, seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi bidang grafis juga dimanfaatkan dengan baik oleh studio Anime. Beberapa studio ternama seperti Kadokawa Pictures, A-1 Pictures, dan Ufotable berusaha sebaik mungkin memanjakan mata penonton dengan keindahan gambar, warna dan animasi Anime yang mereka rilis.

    Kimetsu no Yaiba / Demon Slayer (2019) garapan Ufotable adalah salah satu Anime dengan keindahan grafis yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sekian banyak gambar 2D yang disatukan dan dipadu dengan animasi 3D hingga terlihat menawan. FYI, rating Kimetsu no Yaiba melonjak pesat setelah episode 19 yang menceritakan tokoh utama Kamado Tanjiro bertarung dengan Rui (salah satu tokoh antagonis) di suatu lereng gunung.  Rating Anime ini meonjak karena scene pertarungan tersebut dikemas dengan apik dan mempesona sehingga mendapat banyak respon positif dari para penonton.

    Jika tulisan di atas membahas tentang Anime itu sendiri, sekarang membahas tentang Lagu. Banyak lagu pembuka, lagu penutup maupun lagu sisipan kerap menjadi sorotan para penonton entah karena pembawa lagunya yang terkenal atau karena makna lagu yang dalam. Salah satunya yaitu Silhouette ciptaan KANA-BOON yang membuka Anime Naruto. Banyak penonton entah yang suka menonton Anime atau hanya tahu Naruto familiar dengan lagu tersebut. Festival Jejepangan juga selalu ada sesi penampilan lagu-lagu Anime. Baik festival besar seperti AFA ID yang mendatangkan penyanyi aslinya hingga festival kecil seperti yang bisa ditemui di kampus-kampus kota besar yang mendatangkan musisi lokal untuk cover lagu Anime.

    Beberapa musisi pun bisa populer dengan cepat karena membawakan lagu Anime. Sebut saja LiSA, seorang penyanyi wanita jepang yang sangat populer karena kerap membawakan lagu pembuka atau penutup sebuah judul Anime. Beberapa judul lagu yang populer bawaan LiSA seperti Crossing Field (Sword Art Online), Gurenge (Kimetsu no Yaiba), dan Unlasting (Sword Art Online: Ascilization)

    Banyak unsur dari Anime yang dapat dinikmati sebagai hiburan dan diserap untuk menjadi sebuah motivasi. Dengan begitu tidak terlalu sia-sia jika menonton Anime di tengah wabah Corona ini. Dapat dijadikan salah satu sarana killing time di rumah jika sedang menganggur. Semoga wabah ini cepat mereda dan kita semua dapat beraktivitas seperti biasa.

No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.