Cuplikan

Mahasiswa Baru Turut Ramaikan Seremoni Peringatan Kemerdekaan, Kewajiban Kaos Lorek Ponorogo Tuai Ketidaksetujuan

Foto: Hilmi
lpmalmillah.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di stadion kampus 2 UIN Ponorogo pada hari senin (17/08/2026) yang dihadiri oleh seluruh sivitas akademika.

Peringatan Hari Kemerdekaan di UIN Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menjadi momentum yang sangat penting tetapi juga sebagai amanah yang perlu diwujudkan melalui pendidikan, integritas, kepedulian terhadap sesama. Dalam seremoni tersebut Rektor UIN Ponorogo, Evi Muafiah membacakan surat dari Kementerian Agama (Kemenag) bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni. “Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan,” kutipnya.

Semangat perjuangan para pahlawan, menurut Evi harus diteruskan oleh generasi saat ini melalui cara yang sesuai dengan tantangan zaman. “Jika dahulu mereka mengangkat senjata, hari ini kita mengembangkan ilmu dan memanfaatkannya untuk kebaikan bagi manusia dan alam raya. Jika dahulu mereka bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas kita,” tuturnya.

Pada upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia ini turut diikuti oleh para mahasiswa baru. Muhammad Fajar Romadhoni selaku Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) menjelaskan bahwa keikutsertaan tersebut sesuai dengan edaran dari pimpinan universitas. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan bukan berada di bawah kepanitiaan organisasi mahasiswa, melainkan jajaran universitas.

“Sesuai edaran yang diberikan oleh pimpinan dari universitas itu undangannya adalah seluruh mahasiswa baru (maba) hadir. Jadi, dari teman-teman DEMA Universitas dan DEMA Fakultas itu hanya menyampaikan saja dan panitianya ini bukan dari Ormawa, akan tetapi dari jajaran universitas,” tegas Fajar.

Fajar juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari rangkaian pra-PBAK bagi mahasiswa baru UIN Ponorogo. “Sebenarnya kalau keterkaitan dengan PBAK itu iya. Karena sebetulnya kegiatan kali ini adalah serangkaian pra daripada PBAK itu sendiri,” jelas Fajar.

Foto: Hilmi

Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai perjuangan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan akademik melalui penguatan karakter, toleransi, integritas, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kepedulian terhadap lingkungan di UIN Ponorogo. Dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh mahasiswa diwajibkan mengenakan kaos lorek Ponorogo sebagai bagian dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh Surat Undangan Nomor B- 5050 /Un.34. 1/HM.03/08/2026 yang dikeluarkan oleh Rektor.

Terkait kebijakan penggunaan pakaian Salur Ponoragan tersebut rupanya mendapat respon berbeda dari Fakultas Syariah. Dimana kebanyakan dari peserta memakai kemeja putih. Seperti yang diungkapkan oleh Wahyu Winarno sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara, bahwa ketidaksetujuan tersebut dilandaskan pada dua hal.

Pertama adalah, agar mahasiswa baru tidak keberatan. Mengingat tidak semua mahasiswa berasal dari Ponorogo yang otomatis tidak menjamin kepemilikan terhadap pakaian salur tersebut. Kedua, Wahyu menjelaskan bahwa Fakultas Syariah bukan berarti menolak pakaian salur Ponoragan. Tapi lebih ke menyoroti bahwa kewajiban penggunaan pakaian ini lebih ke budaya konsumtif daripada akademik, mengingat kebutuhan mahasiswa baru cukup banyak.

Hal ini dipertegaskan oleh Ari Aprian, sebagai Pendamping Kelompok PBAK. "Tapi yang harus di garis bawahi di mana sebenarnya kami juga sudah menghimbau, tetapi banyak dari kalangan mahasiswa baru ini merasa keberatan dengan adanya hal tersebut. Dikarenakan kalau kita lihat membeli baju seperti itu juga mahal,” ungkapnya.


Reporter: Shuffa, Nazala, Claudea, Hilmi
Penulis: Shuffa, Nazala, Claudea, Hilmi
Editor: Satrio

Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.