Cuplikan

Perubahan Rundown dan Kurangnya Tempat Mahasiswa Jadi Sorotan di Hari Pertama PBAK

 

Foto: Shuffa


lpmalmillah.com - Senin (18/08/2026) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo memulai rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung dari tanggal 18 sampai 21 Agustus 2026. Dengan rincian tanggal 18 dan 21 untuk PBAK Universitas, sedangkan PBAK Fakultas pada 19 dan 20 Agustus.

PBAK Universitas tahun ini mengusung tema, “Dari Transisi Menuju Transformasi: Aktualisasi Intelektual Organik dalam Bingkai Profesional, Humasi, dan Berdampak Nyata”. Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan potensi intelektualnya dengan belajar, berdiskusi, berorganisasi, serta mengabdi kepada masyarakat. Seluruh proses tersebut harus didasari sikap profesional, bertanggung jawab, berintegritas, dan disiplin, serta nilai-nilai humanis yang tercermin dalam kepedulian, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, rangkaian PBAK tahun ini turut menghadirkan stand UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan UKK (Unit Kegiatan Khusus). Hal ini bertujuan sebagai wadah pengenalan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru. Selain itu, terdapat stand yang mewadahi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan berwirausaha.

Mengenai susunan acara terdapat perubahan rundown dari rundown yang telah diinformasikan. Pada rundown sebelumnya tercantum adanya 3 materi, sedangkan rundown terbaru mencantumkan adanya total 6 materi. Sebenarnya total 6 materi merupakan irisan dari materi yang telah ditetapkan sebelumnya. Perubahan ini menimbulkan ketidaksesuaian materi dengan tema yang diusung oleh panitia, sehingga membutuhkan sedikit penyesuaian.

Terkait penyesuaian ini Muhammad Ihsan sebagai Ketua Pelaksana PBAK 2026 menanggapi, “Kita perlu penyesuaian kembali. Maksudnya gini, kalaupun kita mau ngubah tema kan sudah enggak bisa. Sehingga mau tidak mau kita menyesuaikan dan ada beberapa materi yang merupakan irisan dari materi awal.”

Sementara itu menurut Muhammad Fajar Romdhoni selaku wakil Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas, pergantian sejumlah materi dalam rangkaian PBAK UIN Ponorogo disebabkan oleh perubahan jadwal setelah Ketua Senat meninggal dunia. Kondisi itulah membuat agenda pimpinan kampus mengalami penyesuaian.  Sehingga materi PBAK yang berkolaborasi dengan pihak rektorat juga perlu disesuaikan dengan pembagian waktu dan agenda baru yang telah ditetapkan.

Perihal lokasi tempat duduk mahasiswa juga sempat menjadi perselisihan antara panitia PBAK Universitas dan PBAK Fakultas. Pasalnya mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) yang seharusnya menempati area bawah terop terpaksa berpindah menuju teras gedung Fakultas Syariah. Ini disebabkan area bawah terop terpotong oleh tempat duduk tim paduan suara dan tamu undangan.

Menanggapi hal tersebut Fajar menyatakan bahwa kurangnya tempat ini diakibatkan layout lokasi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan ini didasari penyesuaian terhadap cuaca saat ini yang cenderung berangin.

“Teropnya kalau dulu itu kan agak maju kan agak keluar kan. Ini gak berani karena anginnya besar.  Jadi dari vendor gak berani ambil resiko lebih besar gitu. Pilih kesroh sedikit atau tendamu terbang. Jadi memang berat tapi kan cuma pas pembukaan ini senat ini. Setelah itu kan langsung maju semua teman-teman,” jelas Fajar.

Sementara itu pihak panitia PBAK Universitas yang diwakili oleh Ihsan menyampaikan bahwa hal tersebut tidak perlu untuk dibesar-besarkan. “Ya, kalau dari saya, dari kami tidak tidak perlu dibesar-besarkan lah kendala seperti itu. Ya, sudah lah. Ya, wes,” ujarnya.

Meski terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, PBAK 2026 tetap diarahkan untuk menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenal budaya akademik, sivitas akademika, serta organisasi kemahasiswaan, sekaligus menanamkan nilai integritas, wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial sebagai bekal selama menjalani kehidupan perkuliahan.


Reporter: Shuffa, Hani, Afriyan, Arfiyan, Ovan, Laisya
Penulis: Shuffa, Hani
Editor: Satrio

Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.