Cuplikan

Pipa Jalur Utama Pecah, Air Banjiri Gedung Perkuliahan FUAD

 

Foto: Satrio

lpmalmillah.com - Ponorogo, 8 Juni 2026 — Plafon Ruang A.404 Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) ambrol pada Senin (8/6/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah air meluber dari sistem distribusi tandon dan mengalir melalui sela-sela plafon hingga menyebabkan sebagian plafon runtuh.

Berdasarkan keterangan mahasiswa yang berada di lokasi, kejadian bermula saat proses perkuliahan hampir selesai. Terdengar suara benda jatuh dari bagian atas plafon yang semula diduga berasal dari hewan di atas atap. Namun, tidak lama kemudian muncul suara gemuruh disertai aliran air yang merembes dari plafon dan semakin deras.

Fajar Fernanda, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam angkatan 2024, mengatakan bahwa air mulai mengalir dari bagian atas kelas sebelum plafon akhirnya runtuh.

“Awalnya terdengar seperti ada benda jatuh. Setelah itu terdengar suara air yang cukup deras dan mulai merembes dari atas plafon,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Fajar, sebagian mahasiswa masih berada di dalam ruangan ketika air mulai mengalir. Namun, setelah beberapa bagian plafon jatuh, mahasiswa segera keluar dari kelas untuk menghindari kemungkinan tertimpa material yang masih berpotensi runtuh.

Keterangan serupa disampaikan Narendra Adi Prasetya yang berada di Ruang A.404 saat kejadian. Ia menuturkan bahwa suara jatuh pertama kali terdengar sekitar pukul 08.58 WIB sebelum aliran air muncul dari bagian belakang kelas. Tidak lama kemudian, plafon mulai ambrol dan kerusakan semakin meluas.

“Awalnya saya kira suara tikus atau benda kecil yang jatuh. Setelah itu terdengar suara air mengalir deras dan plafon mulai runtuh sedikit demi sedikit hingga semakin lebar,” tuturnya.

Selain merusak Ruang A.404, luapan air juga berdampak pada area lobi yang berada di sebelah ruang kelas tersebut. Sebagian plafon di area lobi ikut mengalami kerusakan akibat rembesan air. Mahasiswa yang berada di sekitar lokasi memilih menjauhi genangan air karena khawatir terjadi risiko sengatan listrik dari instalasi yang berada di sekitar area terdampak.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha FUAD, Ahmad Zainal Abdi, menjelaskan bahwa pihak fakultas segera melakukan pengecekan setelah menerima laporan adanya luapan air di Ruang A.404. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sumber masalah berasal dari pipa jalur utama yang terhubung dengan tandon air.

“Setelah kami telusuri, ternyata pipa jalur utama yang keluar dari tandon mengalami pecah sehingga air meluber ke area sekitar dan masuk ke plafon ruang kelas,” jelasnya.

Foto: Ahmad Zainal Abdi

Ia menambahkan bahwa penyebab pasti pecahnya pipa masih dalam tahap analisis. Menurutnya, kondisi pipa sebelumnya terpasang pada posisi yang relatif aman dan tidak dilalui aktivitas manusia secara langsung sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kerusakan tersebut.

Zainal Abdi juga memastikan bahwa tidak ada korban dalam kejadian ini. Berdasarkan laporan dosen yang mengajar saat itu, mahasiswa berhasil keluar dari ruangan sebelum kerusakan plafon semakin parah.

“Menurut informasi dari dosen yang mengajar, tidak ada mahasiswa yang menjadi korban. Saat air mulai meluber, mahasiswa langsung bergerak keluar ruangan,” katanya.

Setelah menerima laporan, teknisi dan staf fakultas segera melakukan penanganan darurat dengan menghentikan aliran air serta memperbaiki bagian pipa yang mengalami kerusakan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap fasilitas gedung.

Menurut Zainal Abdi, perbaikan sementara berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.00 WIB sehingga sistem distribusi air dapat kembali berfungsi normal.

Selain melakukan penanganan darurat, pihak fakultas juga menyiapkan langkah perbaikan jangka panjang terhadap sistem distribusi air di gedung FUAD. Saat ini, empat tandon air yang berada di atas gedung masih disatukan dalam satu jalur utama untuk menyuplai kebutuhan air ke seluruh lantai.

“Ke depan, satu tandon akan diproyeksikan untuk membackup satu lantai. Saat ini empat tandon digabung menjadi satu jalur utama sehingga tekanan air menjadi lebih besar,” ujar Zainal Abdi.

Menurutnya, pemisahan jalur distribusi tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada pipa utama sekaligus mempermudah proses penanganan apabila terjadi gangguan pada salah satu saluran. Dengan sistem baru tersebut, kerusakan pada satu jalur tidak akan berdampak pada seluruh lantai gedung.

Rencana perbaikan tersebut akan dilaksanakan setelah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) agar tidak mengganggu aktivitas akademik mahasiswa.

“Mungkin setelah UAS akan kita lakukan perbaikan. Untuk sementara, yang terpenting adalah memastikan seluruh fasilitas kembali berfungsi normal,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, proses pembersihan area terdampak dan evaluasi kerusakan masih terus dilakukan oleh pihak fakultas. Sementara itu, aktivitas perkuliahan di ruang yang terdampak akan menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pihak fakultas.

Reporter: Satrio
Penulis: Satrio
Editor: Satrio


Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.