UIN Ponorogo Gelar Pelepasan KPM 2026, Ekoteologi Menjadi Tema Pilihan
Rangkaian
acara pelepasan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan
pembacaan Tata Tertib dan sanksi KPM 2026. Setelahnya terdapat sambutan dari
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Unun
Roudlotul Janah dan Rektor UIN Ponorogo, Evi Muafiah. Dilanjutkan arahan dari
Plt. Bupati Ponorogo serta pelepasan secara simbolis oleh Rektor.
KPM
ini mengusung tema, “Sustainable Community Development Berbasis
Ekoteologi dalam Penguatan Multisektor: Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Sosial
Keagamaan.” Hal ini disampaikan oleh Ketua LPPM UIN Ponorogo dalam sambutannya
pada pelepasan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa KPM ini diikuti oleh 2.290
mahasiswa yang terbagi dalam 150 kelompok dari 7 klaster yang berbeda.
Mahasiswa
yang mengikuti KPM ini diharapakan dapat melaksanakan tiga program wajib yang
masih berkaitan dengan tema ekoteologi yang diusung, yakni pelaksanaan salat
berjamaah, selalu bersikap 3S: Senyum, Salam, Sapa, dan terakhir mengenai
pengelolaan sampah. Hal ini turut ditegaskan oleh Evi dalam sambutannya. “Pengelolaan
sampah adalah bukti cinta atas ciptaan Allah, yaitu bumi. Senyum yang ramah
karena kita saling menyayangi sesama manusia, dan salat berjamaah adalah bukti
syukur kita kepada Allah sehingga kita dapat bernapas dan memanfaatkannya untuk
pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Inti
dari pelepasan ini terletak pada penyematan tanda pengenal KPM pada perwakilan
mahasiswa oleh Lisydarita dan Evi. Turut diserahkan pula 7 pohon oleh 7
perwakilan mahasiswa kepada para birokrat dan tamu undangan kolaborasi.
Keberadaan 7 pohon ini sebagai simbol adanya 7 klaster dalam KPM tahun ini.
Selain itu diterbangkan pula balon sebagai simbolis pelepasan KPM 2026.
Terkait pelepasan hari ini, terdapat keterlambatan acara. Pada pamflet yang telah disebarkan tertera bahwa acara dimulai pada pukul 06.30, akan tetapi acara baru kurang lebih dimulai pukul 08.10. Hal ini dibenarkan oleh Ma’ruf Miftahul, anggota kelompok 126. “Iya, hari ini acaranya termasuk cukup molor, jadi lama,” ungkapnya. Ia berharap ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelepasan KPM tahun depan.
Sementara itu Viona Aurelia Putri dari UIN Sunan Ampel Surabaya menanggapi bahwa di UIN Surabaya tidak terdapat pelepasan secara offline baik KPM reguler maupun persemakmuran, sehingga ini merupakan hal berkesan untuknya. “Terkesan sekali soalnya sampai didatangi ibu Plt. Bupati,” tuturnya. Mengenai tema ekoteologi yang diusung, Viona berharap melalui tema tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat.
Reporter: Laila
Penulis: Laila
Editor: Satrio


Tidak ada komentar
Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.