Cuplikan

UIN Ponorogo Gelar Pelepasan KPM 2026, Ekoteologi Menjadi Tema Pilihan

Foto: Feona
lpmalmillah.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari menggelar pelepasan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di stadion Kampus 2 UIN Ponorogo pada Rabu (8/7/2026)  Pelepasan mahasiswa KPM pada tahun ini menghadirkan kebaruan dari tahun sebelumnya, kebaruan tersebut terletak pada lokasinya yang bertempat di kampus 2 dan didatangi oleh Plt. Bupati Ponorogo, Lisydarita. Selain itu peran UIN Ponorogo sebagai tuan rumah KPM Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel turut mendatangkan para peserta yang terdaftar dalam KPM tersebut.

Rangkaian acara pelepasan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan pembacaan Tata Tertib dan sanksi KPM 2026. Setelahnya terdapat sambutan dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Unun Roudlotul Janah dan Rektor UIN Ponorogo, Evi Muafiah. Dilanjutkan arahan dari Plt. Bupati Ponorogo serta pelepasan secara simbolis oleh Rektor.

KPM ini mengusung tema, “Sustainable Community Development Berbasis Ekoteologi dalam Penguatan Multisektor: Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Sosial Keagamaan.” Hal ini disampaikan oleh Ketua LPPM UIN Ponorogo dalam sambutannya pada pelepasan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa KPM ini diikuti oleh 2.290 mahasiswa yang terbagi dalam 150 kelompok dari 7 klaster yang berbeda.

Foto: Mahasiswa

Mahasiswa yang mengikuti KPM ini diharapakan dapat melaksanakan tiga program wajib yang masih berkaitan dengan tema ekoteologi yang diusung, yakni pelaksanaan salat berjamaah, selalu bersikap 3S: Senyum, Salam, Sapa, dan terakhir mengenai pengelolaan sampah. Hal ini turut ditegaskan oleh Evi dalam sambutannya. “Pengelolaan sampah adalah bukti cinta atas ciptaan Allah, yaitu bumi. Senyum yang ramah karena kita saling menyayangi sesama manusia, dan salat berjamaah adalah bukti syukur kita kepada Allah sehingga kita dapat bernapas dan memanfaatkannya untuk pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Inti dari pelepasan ini terletak pada penyematan tanda pengenal KPM pada perwakilan mahasiswa oleh Lisydarita dan Evi. Turut diserahkan pula 7 pohon oleh 7 perwakilan mahasiswa kepada para birokrat dan tamu undangan kolaborasi. Keberadaan 7 pohon ini sebagai simbol adanya 7 klaster dalam KPM tahun ini. Selain itu diterbangkan pula balon sebagai simbolis pelepasan KPM 2026.

Terkait pelepasan hari ini, terdapat keterlambatan acara. Pada pamflet yang telah disebarkan tertera bahwa acara dimulai pada pukul 06.30, akan tetapi acara baru kurang lebih dimulai pukul 08.10. Hal ini dibenarkan oleh Ma’ruf Miftahul, anggota kelompok 126. “Iya, hari ini acaranya termasuk cukup molor, jadi lama,” ungkapnya. Ia berharap ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelepasan KPM tahun depan.

Sementara itu Viona Aurelia Putri dari UIN Sunan Ampel Surabaya menanggapi bahwa di UIN Surabaya tidak terdapat pelepasan secara offline baik KPM reguler maupun persemakmuran, sehingga ini merupakan hal berkesan untuknya. “Terkesan sekali soalnya sampai didatangi ibu Plt. Bupati,” tuturnya. Mengenai tema ekoteologi yang diusung, Viona berharap melalui tema tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

Reporter: Laila
Penulis: Laila
Editor: Satrio

Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.