Loading...

Di Ruang Penghabisan





oleh: Rina PR
Sang pecandu kembali berkoar
Katanya, kemarin dia baru pulang
Dari lorong pesta penuh dusta
Apa sebenarnya di balik tintamu?
Pemikiran yang berujung masa depan
Atau, tipuan di ruang penghabisan waktu?
Lalu keluar mendahului lonceng

Kemarin juga aku tanya, Biar apa?”
Biar tak ada kedukaan selepas pesta
Semuanya terungkap menjadi kebahagiaan setelah nanti
Menoda untuk mendusta agar ada sebuah siratan mengagumkan
Di ruang penghabisan

Lalu hari ini sang pecandu bilang, “Aku hampir gila”
Ada penjaga serupa malaikat
Merobek segala tipu daya
Jejakku terungkap
Dan aku terdiam memperjelas kedustaan
Duh, harus bagaimana ini?
Sekarang kesusahan menebak-nebak kata
Pensilku tak begitu berani bicara
Lembarku kosong terdiam
Mengulas fikir yang sebenarnya kosong

Ah, apalah …
Jadi pecandu memuakkan
Hanya jadi pecandu
Mencandu kedustaan di ruang penghabisan
Tak tau kapan upahnya dilimpahkan
Hanya tulisan di lembar perhelatan yang tersulam sebatas kedustaan
Tanpa pikir panjang
Meluahkan gegar kegelisahan

Ponorogo, 16 Jun ‘16

Fiksi 6757762640268249732

Post a Comment

emo-but-icon

Home item

Follow by Email

ADS

Popular Posts

Random