Cuplikan

Wisuda Perdana Pasca Alih Bentuk, 2174 Mahasiswa jadi Alumni UIN Ponorogo

Foto: YouTube UIN Ponorogo

lpmalmillah.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo telah melangsungkan wisuda program sarjana dan magister. Prosesi tersebut terbagi ke dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dan kedua dilaksanakan berturut-turut pada hari Rabu (3/12/2025) dan Kamis (4/12/2025). Sedangkan gelombang terakhir diselenggarakan pada Sabtu (6/12/2025). Sama seperti wisuda tahun sebelumnya, acara tersebut dilaksanakan di Graha Watoe Dhakon Kampus I UIN Ponorogo.

Wisuda tahun ini menjadi momen yang spesial dikarenakan para wisudawan wisudawati menjadi alumni pertama semenjak transformasi IAIN menjadi UIN pada beberapa bulan yang lalu. Sekaligus pertama kalinya himne dan mars UIN Ponorogo diperkenalkan kepada khalayak.

Pada wisuda kali ini UIN Ponorogo telah resmi meluluskan 2174 mahasiswa yang ditegaskan dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 2873, Nomor 2876, dan Nomor 2877 Tahun 2025 tentang Wisudawan Wisudawati Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari di wisuda pertama, kedua, maupun ketiga.

Terselenggaranya wisuda tersebut terbilang cukup terlambat dari jadwal yang seharusnya. Menurut keterangan dari salah satu wisudawan, Ivan Saifudin dari jurusan Pendidikan Agama Islam, ia menjelaskan bahwa yudisium telah ia laksanakan pada bulan Mei 2025. Sementara itu wisuda baru diselenggarakan pada bulan Desember. ”Seharusnya kan mungkin periode 2, 3, dan 4 pada bulan Juli, Agustus, tapi terlambat katanya Ortaker,” ungkap Ivan.

Sementara itu Rektor UIN Ponorogo, Evi Muafiah dalam amanat rektor menyatakan bahwa untuk melaksanakan wisuda ini harus menunggu beberapa tahapan. Terlebih, kampus sedang dalam proses alih bentuk saat itu, sehingga wisuda dan beberapa kegiatan lain harus tertunda.

“Di sisi lain kita juga harus bersyukur karena Universitas Islam Negeri yang dulunya adalah Institut Agama Islam Negeri itu alhamdulillah telah bertransformasi dan  rangkaian kegiatan, rangkaian aturan yang harus dijalani di antaranya menyebabkan proses wisuda seperti tertunda. Proses pemberian ijazah juga seperti tertunda,” ungkap Evi.

Keterlambatan pelaksanaan wisuda dan pengumuman yang cukup mendadak menimbulkan sedikit keterkejutan bagi beberapa mahasiswa. Salah satunya, Izza Rohatin, wisudawati dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam memaparkan bahwa ia tidak menduga wisuda akan diselenggarakan pada bulan Desember.

“Kita udah nunggu kirain dari bulan November terus kan enggak ingat lagi. Kayak yaudah mungkin masih lama. Ternyata langsung mendadak suruh daftar gitu loh,” papar wisudawati asal Jambi tersebut.

Hal serupa turut disampaikan oleh Dewi Sulis, wisudawati dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang hanya diberi waktu kurang lebih satu minggu untuk mengumpulkan persyaratan yang terbilang cukup banyak. “Kayak ya ada saja yang harus dicari-cari. Terus akhirnya finish mepet H-2,” tutur Dewi dalam wawancara bersama kru LPM aL-Millah.

Walaupun terdapat beberapa kendala seperti keterlambatan pelaksanaan dan pengumuman pendaftaran wisuda yang terbilang mendadak, momen wisuda selalu menjadi momen yang dinanti baik oleh mahasiswa itu sendiri maupun wali mereka.

Sutiam, selaku salah satu wali mahasiswi menceritakan kehebohan putrinya semenjak masa mengerjakan skripsi, hingga mencari tema busana keluarga. ”Sek skripsinya sudah heboh. Pilih baju, pilih kain, di toko mana-mana gak ada yang cocok, terus akhirnya beli kain,” cerita Sutiam.

Tercatat sebagai alumni pertama UIN Ponorogo menjadi kebanggaan tersendiri bagi para wisudawan wisudawati. Keterlambatan dan mendadaknya pengumuman menjadi warna tersendiri dalam terselenggaranya wisuda kali ini. Meskipun demikian, wisuda yang dilangsungkan dapat terlaksana dengan lancar dan tentunya menjadi momen berkesan dalam perjalanan perkuliahan para alumni.


Reporter: Laisya, Laila, Riyan
Penulis: Laila, Riyan
Editor: Rena

Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.