MAHASISWA UIN PONOROGO BERSATU DALAM KOMUNITAS KAUM MUDA MELAWAN GELAR KONSOLIDASI AKBAR
![]() |
| Foto: Shuffa |
lpmalmillah.com - Sabtu (07/11/2026), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melangsungkan konsolidasi di basement BEM UIN Kampus 1. Konsolidasi ini diinisiasi oleh Organisasi Mahasiswa UIN Ponorogo. Sebelumnya telah diadakan konsolidasi di tingkat fakultas secara serentak pada Senin (02/11/2026).
Mahasiswa yang mengikuti konsolidasi ini kini tergabung dalam Komunitas Kaum Muda Melawan yang dibentuk setelah konsolidasi tingkat fakultas pada Senin lalu. Komunitas ini merupakan perpanjangan dari Organisasi Mahasiswa UIN Ponorogo. Keberadaan komunitas ini bertujuan supaya kedepannya gerakan semacam ini dapat berjalan secara intens dan konsisten.
Berdasarkan penuturan dari Ketua Umum Senat Mahasiswa (SEMA), Moch Dicky Azzaky, gerakan ini merupakan gerakan milik bersama. Namun yang mengakomodir tetap dari pihak Sema juga Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Selain itu ia juga menegaskan optimismenya terhadap gerakan ini yang didasarkan pada rasa kemanusiaan ini. “Saya sangat optimis, kalaupun gerakan ini hanya lima bahkan dua orang, kita harus tetap menggaungkannya atas dasar kemanusiaan. Kita sebagai mahasiswa tidak bisa tinggal diam saja ketika melihat kondisi negara yang carut marut seperti ini,” ungkapnya.
Pembahasan pada konsolidasi ini berfokus secara teknis, dikarenakan dari segi materi telah dibahas dan dimatangkan pada konsolidasi tingkat fakultas. Secara teknis tindak lanjut dari konsolidasi ini dimulai dari titik kumpul yang terbagi menjadi dua lokasi, kampus 1 dan kampus 2. Pembagian ini didasarkan pada fakultas di UIN Ponorogo. Menurut penuturan Andrian Maulana selaku koordinator umum, pembagian ini untuk memudahkan koordinasi. “Meeting point kita ada di kampus 1 dan kampus 2. Kampus 1 bagi mahasiswa Ushuluddin dan Ekonomi. Untuk mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Syariah itu di kampus 1,” imbuhnya.
Meskipun koordinator lapangan telah dibentuk, tuntutan mahasiswa UIN Ponorogo yang tergabung dalam Komunitas Kaum Muda Melawan masih belum dipublikasikan. Ini merupakan upaya pencegahan supaya isu yang diusung tidak bocor dan berpotensi dipelintir oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Meski demikian mahasiswa yang dikhawatirkan tidak memahami isu yang akan dibawa, maka terdapat alternatif untuk mencari informasi melalui postingan akun instagram DEMA fakultas masing-masing. “Secara spesifik sudah ada di situ. Biar teman-teman membaca sendiri, seperti itu,” ucap Andrian.
Konsolidasi malam ini diharapkan tidak berhenti pada wacana saja, melainkan berlanjut hingga tahap selanjutnya. Salah seorang peserta konsolidasi menyatakan bahwa ia cukup optimis melihat mahasiswa UIN Ponorogo masih ikut serta dan berpartisipasi pada agenda ini. Ia juga menyebutkan bahwa alasan kehadirannya banyaknya ketidaksesuaian dalam dinamika negara. “Alasan saya mengikuti konsolidasi hari ini merupakan salah bentuk reaksi saya melihat banyak sekali kebijakan yang tidak sesuai antara yang diucapkan pejabat dan yang dilakukan,” ujar Muhammad Amiruddin, peserta konsolidasi dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.
