Iklan Layanan

Cuplikan

Menyongsong Era Baru Ekonomi, DEMA-I Selenggarakan Seminar Bersama Menteri BUMN

(Foto: Kum)

  lpmalmillah.com - Sabtu (2/5/2022), Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) Agama Islam Negeri Ponorogo menyelenggarakan Seminar Indonesia Maju yang mengusung tema ‘Menyongsong Era Baru Ekonomi: Strategi Pemerintah Dalam Transformasi Digital dan SDM Menuju 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia.’ Acara ini dihadiri oleh Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI sebagai keynote speaker. Selain itu, turut hadir pula Sugiri Sancoko selaku Bupati Ponorogo serta Evi Muafiah, Rektor IAIN Ponorogo. Seminar ini dimulai pukul 15.00 WIB di Graha Watoe Dhakon. 

Dalam seminar, Erick Thohir menyampaikan bahwa generasi muda harus melek akan teknologi dengan berbagai dampaknya. “Ada dampak negatif. Saya baru baca research di Amerika bahwa lapangan pekerjaan berkurang karena telah digantikan oleh artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Kalau dampak positif dari teknologi yaitu memudahkan siswa atau mahasiswa dalam belajar hal baru,” jelasnya.

Selain itu, Erick juga menyampaikan perlunya transformasi atau keberlanjutan dalam jabatan, agar generasi selanjutnya bisa ikut berperan. Dalam hal ini, mahasiswa yang kelak akan menjadi penerus harus memiliki tiga pola pikir yang baik. “Harus terus belajar dan jangan mudah merasa puas, sikap mau dikritik, dan yang paling utama adalah jangan jadi generasi rebahan. Harus produktif, bukan konsumtif,” ungkapnya.

(Foto: Siti)

Setelah materi disampaikan, seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan dilontarkan oleh Alifatul dari jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) semester enam. Alifatul menanyakan terkait langkah yang dilakukan BUMN dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. "Dengan seiringnya perkembangan ekonomi yang dinamis dan serba digital, langkah strategis apa yang dilakukan oleh BUMN RI?" tanyanya.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Erick dengan memaparkan bahwa zaman sekarang merupakan era kolaborasi, bukan lagi individualisme. Ia mengajak semua pihak untuk saling bekerjasama untuk menghadapi perubahan tersebut. “Makanya, BUMN mengajak para rektor dan swasta untuk saling bekerjasama. Perubahan ini harus sama-sama dipahami, bukan untuk dipikir sendiri-sendiri. Untuk langkahnya, BUMN membuat ekosistem dan membangun generasi yang berjiwa leadership baru supaya ada sustainable (keberlanjutan, red.),” jelasnya.

Pemilihan ekonomi yang menjadi pembahasan kali ini, menurut Abdillah Mu’iz selaku Ketua DEMA-I, dilatarbelakangi karena ekonomi merupakan hal yang utama dalam perkembangan kemakmuran suatu bangsa, dimana mahasiswa ikut pula berperan di dalamnya. “Orientasi yang harus dibangun itu bagaimana kita (mahasiswa, red.) mempunyai cara mendapatkan atau mewujudkan ekonomi kreatif (untuk mencapai kemakmuran),” ungkapnya.

Pelaksanaan seminar tersebut mendapatkan antusias yang cukup tinggi oleh mahasiswa. “Antusias mahasiswa sangat luar biasa. Saya sangat berterimakasih. Ini momentum langka dimana kita bisa menghadirkan menteri untuk memotivasi kita agar semangat belajar dan semangat berproses dalam berekonomi,” ujar Mu’iz.

Sementara itu, tanggapan pun muncul terkait pelaksanaan seminar. Salah satunya dari Nila, mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester empat yang merasa mendapatkan banyak manfaat lewat seminar ini. "Saya lebih banyak terharunya daripada menghayati. Dengan mengikuti seminar ini, banyak (dapat) manfaat seperti memotivasi mahasiswa dan memperkuat mental untuk memikirkan masa depan," jelasnya.

Terlepas dari antusiasme yang tinggi, pelaksanaan seminar sempat mengalami sejumlah kendala. Terdapat perubahan jadwal yang awalnya direncanakan pada pukul 14.00 WIB menjadi pukul 12.00 WIB. Bahkan, terdapat pula perubahan pembicara yang hadir menjelang acara berlangsung. Menanggapi hal tersebut, Mu’iz mengungkapkan bahwa ketidakhadiran pembicara berkaitan dengan jadwal yang tidak bisa dipaksakan. “Awalnya terkonfirmasi hadir, lalu mendadak tidak bisa hadir. Hanya itu yang bisa kita sampaikan. Karena ya (berkaitan dengan) jadwal. Kita tidak bisa memaksakan,” ungkapnya.

Reporter: Siti, Lia, Kum /magang

No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner