Iklan Layanan

Cuplikan

Kurang Maksimalnya Pengelolaan Wisata Tubing Kali Kajar

Opini Oleh: Abdul Fatah Ash Shidiq

  Berbicara mengenai tempat wisata di Ponorogo, mungkin yang langsung terlintas dalam pikiran kita adalah Telaga Ngebel. Namun, sebenarnya ada yang mungkin belum kalian ketahui dan setelah kalian membaca penjelasan ini, penulis yakin kalian akan tertarik. Hal yang penulis maksud adalah wisata di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. 

Terdapat sebuah objek wisata yang unik di Desa Paringan, yaitu tubing Kali Kajar. Wisata tersebut menyajikan pemandangan indah Kali Kajar dengan cara yang tidak biasa; hanyut menggunakan ban. Tentu hal ini menjadi salah satu aset kekayaan alam desa tersebut. Tapi sayangnya, wisata tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Padahal, wisata ini berada di desa yang juga memenangkan lomba desa tingkat kabupaten dan meraih juara dua di tingkat Jawa Timur.

Lantas, mengapa wisata ini tidak banyak diketahui orang? Setelah penulis telusuri, ternyata kecakapan dalam mempromosikan keindahan wisatanya masih kurang. Hal ini bisa dikonfirmasi dari pernyataan operator wisata tubing Kali Kajar. “Memang dari kami masih kurang di bagian promosi, karena disini orang kurang cakap dalam pengoperasian media sosial. Apalagi kami hanya mengandalkan kenalan-kenalan kami sebagai promosi wisata tubing Kali Kajar,” ujar Budi, yang juga merupakan salah seorang anggota Karang Taruna.

Berdasarkan hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa wisata Tubing Kali Kajar masih tertinggal dibandingkan wisata yang lain di sekitar Ponorogo dari segi promosi. Sebagai perbandingan, wisata Mloko Sewu yang juga termasuk baru karena didirikan pada tahun 2018. Jika dibandingkan dengan Mloko Sewu yang bisa dikatakan instragramable, wisata tubing Kali Kajar jelas tertinggal. Maka, perlu upaya untuk mempromosikan wisata tubing Kali Kajar agar lebih dikenal oleh masyarakat. 

Salah satu cara untuk mempromosikan wisata tersebut adalah menggunakan media sosial. Jika kita melihat era sekarang ini, perkembangan media sosial sudah semakin pesat dan sangat mudah diakses oleh masyarakat luas. Beberapa media sosial yang bisa digunakan untuk mendukung promosi wisata tersebut diantaranya seperti Instagram, Facebook, Tik-Tok, dan lain sebagainya sehingga banyak orang yang bisa melihat dan akhirnya tertarik untuk mengunjunginya.

Selain menggunakan media sosial sebagai promosi, upaya untuk mengenalkan wisata tubing Kali Kajar juga dapat menggunakan jasa duta wisata setempat. Duta wisata ini adalah seseorang yang harus merepresentasikan pariwisata daerah yang diwakilinya. Penulis merasa dengan adanya duta wisata akan lebih mudah dalam menyebarkan informasi tentang wisata tubing Kali Kajar.

Tentu dengan memaksimalkan promosi wisata tersebut dengan upaya di atas akan menimbulkan dampak yang bagus. Salah satunya dampaknya adalah pada kenaikan pendapatan apabila banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut. Sehingga, akan memungkinkan pula untuk menambah kesejahteraan penduduk desa.

Selain dari segi promosi, akses jalan menuju ke wisata tubing Kali Kajar juga menjadi masalah yang harus diatasi. Sebab ketika penulis berkunjung ke wisata tubing Kali Kajar, akses jalan untuk menuju ke sana masih belum layak sebagaimana jalan menuju area wisata semestinya, sehingga kenyamanan pengunjung untuk berwisata menjadi terganggu. Penulis merasa bahwa diperlukan bantuan dana dari pemerintah untuk melaksanakan perbaikan akses jalan.

Selain menunjang kenyamanan pengunjung dalam perjalanan, kenyamanan pengunjung saat berada di tempat wisata juga harus diperhatikan. Fasilitas harus diperbaiki, terutama bangunan, luas, dan fasilitas untuk pengunjung seperti lahan parkir, kamar mandi dan tempat makan. Fasilitas-fasilitas itu harus dipastikan layak dan aman untuk digunakan pengunjung sehingga bisa membuat pengunjung betah.

Kemajuan wisata tubing Kali Kajar mungkin dapat tercapai ketika mereka mengambil langkah-langkah perbaikan yang tepat, beberapa diantaranya seperti penjelasan di atas. Selain itu, kerjasama antar pengelola dan pemerintah desa juga turut mendukung tercapainya kesuksesan ini. Jika semuanya berjalan, wisata tubing Kali Kajar bisa lebih dikenal dan banyak dikunjungi wisata lokal maupun mancanegara. Tapi, semua tergantung dari kemauan mereka (pengelola dan pemerintah desa) sendiri.

No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner