Iklan Layanan

Cuplikan

Pembukaan PBAK 2020, Mahasiswa Penerima KIP-Kuliah Jadi Peserta Offline

      

 


    lpmalmillah.com - Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dilaksanakan di kampus I IAIN Ponorogo pada Jum’at (11/09/2020). PBAK sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa baru. Berbeda dengan tahun kemarin, PBAK tahun ini semua digelar secara online karena adanya pandemi Covid-19. Namun ada beberapa juga yang mengikuti PBAK secara offline yaitu mahasiswa penerima beasiswa dari jalur KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah. Mahasiwa selain penerima KIP-Kuliah melaksanakan PBAK secara online.
 
    Dampak dari Pandemi Covid-19 ini, mengakibatkan kampus mengeluarkan kebijakan dengan membatasi peserta PBAK offline dan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pembukaan PBAK yang seharusnya dilaksanakan pukul.07.00 WIB namun bisa terealisasikan sekitar pukul 08.00 WIB. Pembukaan PBAK diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an  dari UKI (Unit Kegiatan Keislaman) Ulin Nuha. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an disambung dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia PBAK, ketua DEMA-I, dan Rektor IAIN Ponorogo.

    Ketua panitia PBAK, Ahmad Zainal Abdi mengungkapkan perbedaan budaya di kampus dan di madrasah. “Budaya akademik di perguruan tinggi yang berbeda dengan budaya akademik ketika di madrasah. Bagaimana akan dikenalkan mahasiswa harus aktif proaktif dalam segala mengikuti kegiatan perkuliahan,” ujar ketua panitia PBAK dalam sambutannya.

    Ketika sambutan, Ahmad Damar Samlani selaku ketua DEMA-I juga menyampaikan bahwa PBAK bukan pengenalan akademik saja tapi juga pengenalan kemahasiswaan. “Jadi di IAIN Ponorogo mempunyai banyak sekali wadah yang bisa menambah skil mahasiswa baru. Mahasiswa baru tidak hanya aktif dikelas tetapi harus aktif diluar kelas,” jelas Damar.

    Siti Maryam Yusuf, Rektor IAIN Ponorogo menambahkan dalam sambutannya jika mahasiswa mempunyai bakat dan minat serta dianjurkan untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan. “Karena mahasiswa diharapkan bisa mandiri, bisa berbicara, ngomong, berdiskusi dan sebagainya sehingga menjadi lengkap, tapi jangan lupa akademiknya itu yang utama,” jelas Rektor IAIN Ponorogo.

    Setelah semua sambutan selesai, dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai simbolis pembukaan PBAK. Kemudian disambung pertunjukan Reog dari UKM PSRM (Unit Kegiatan Mahasiswa Paguyuban Seni Reog Mahasiswa) sebelum materi-materi PBAK disampaikan.

    Sesi pertama materi PBAK terdapat tiga materi yang disampaikan, yaitu tentang visi misi IAIN Ponorogo oleh Rektor, materi akademik dan proses perkuliahan oleh Wakil Rektor (Warek) I bidang Akademik dan Kelembagaan, serta materi kebijakan dan proses pembayaran oleh Warek II bidang Administrasi serta Perencanaan Keuangan. Sedangkan untuk materi kemahasiswaan dan kerjasama diisi oleh Warek III bidang  Kemahasiswaan dan Kerjasama.

    Dalam penyampaian materi kebijakan dan proses pembayaran, Warek II .menyampaikan tanggapan mengenai pertanyaan yang sering terlontar. “Karena kondisi pandemi selalu akan ada pertanyaan, pak kami kan nggak kuliah mengapa kami haru bayar ukt? Bahwa kami tidak bisa memilah-milah seperti itu, bukan kok kalau nggak kuliah tidak perlu bayar ukt, ya tidak begitu,” terang Agus Purnomo.

    Agus Purnomo juga menjelaskan kembali tentang pembayaran UKT. Adapun pembayaran UKT dari mahasiswa, digabung dengan dana pemerintah untuk membiayai seluruh operasional kampus.

    Setelah Ishoma, dilanjutkan penyampaian materi kedua yaitu tekait wawasan kebangsaan dan Pancasila oleh Yudian Wahyu dan materi ketiga moderasi Islam oleh Ahmad Zainul Hamdi. Namun pada pelaksanaan materi kedua yang seharusnya dilaksanakan pukul 13.00 WIB, namun ternyata dilaksanakan pada sekitar pukul 14.00 WIB. Selang beberapa waktu, saat penyampaian materi kedua terjadi gangguan yang mengakibatkan perekaman di Youtube terganggu. Menurut Abdi, gangguan tersebut dikarenakan listrik padam. “Iya itu karena listriknya padam, sehingga koneksinya juga terganggu,” ujarnya.

    Setelah materi ketiga selesai, PBAK hari pertama ditutup dengan penyerahan peserta PBAK ke Fakultas. Serangkaian acara pembukaan PBAK berakhir pada pukul 17.00 WIB.


    Rangkaian pembukaan PBAK tahun 2020 ini menuai tanggapan dari beberapa mahasiswa, salah satunya Annisa Wulandari, mahasiswi baru jurusan PGMI. “Menurut saya, kendala yang saya rasakan dalam PBAK ini yaitu kurangnya kuota internet,” ujar mahasiswi yang mengikuti PBAK online. 

Reporter: Afri dan Yani /Crew



No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner