Iklan Layanan

Cuplikan

Joe dan PBAK Online

  

undraw.co 
Oleh: Ika 
    Joe Rain merupakan salah satu mahasiswa baru yang telah diterima di salah satu kampus yang berada di kota reog. Joe merasa sangat bahagia karena impiannya terwujud, namun sebelum menjadi mahasiswa dan mulai merasakan betapa asyiknya dunia kampus Joe harus mengikuti PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan).

    September, bulan sembilan dari jajaran dua belas bulan lainnya, Joe akan mengikuti PBAK. Ia sudah membayangkan di sana akan berkenalan dengan teman baru, bertemu dan bercengkerama ria dengan panitia yang memasang wajah garang seperti singa yang sedang lapar dan siap menerkam mangsanya, ia juga membayangkan akan memakai atribut-atribut aneh seperti mahasiswa baru yang lain, mendengarkan orasi kakak senior dengan suara yang mengelegar bak petir.

    Tetapi Joe hanya bisa membayangkan karena kenyataannya Joe tidak akan merasakannya karena terhalang oleh adanya covid-19 yang mengharuskan PBAK secara online. Ada raut sedih dari wajah Joe.

    Bukan, ia tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam menjalani PBAK sebab Joe sudah memaklumi adanya covid-19 tetapi karena ia harus mengisi kuota internet dengan paket data yang biasanya hanya 1 giga bait kini harus mengisi dengan empat giga bait. Tetapi hal itu tidak menyurutkan niat Joe mengikuti PBAK.

    Hari yang ditunggu akhirnya datang. Hari ini tepat di mana PBAK hari pertama dimulai. Semuanya berjalan lancar tanpa ada masalah satupun. Pagi tadi setelah sholat subuh ia segera mandi supaya dapat mengikuti PBAK. Joe cukup bahagia karena mampu mengakses YouTube yang menyiarkan live pembukaan PBAK walaupun dengan signal seadanya.

    Joe sudah menunggu live tepat pada pukul tujuh, tetapi kenyataannya belum dilaksanakan pembukaan PBAK. Joe terus menunggu hingga pukul delapan acara baru dilaksanakan. Ia sedikit kecewa karena harus menunggu terlalu lama.

    Diakhir pembukaan PBAK, para peserta disuguhkan tarian reog yang merupakan tarian icon dari kota tersebut. Joe beberapa kali terpukau dengan tarian reog yang ditampilkan. Menurutnya tariannya sangatlah indah.

     Setelah pembukaan dilanjutkan pidato sambutan dari rektor kampus dan jajarannya yang dilanjutkan dengan materi sampai pukul dua belas siang. Rasa bosan sesekali menghinggapi Joe. Ingin rasanya acara ini segera berakhir dan Joe dapat merasakan empuknya kasur dan terlelap disana.

    Keinginan Joe akhirnya membuahkan hasil. Panitia memberikan jeda waktu istirahat hingga satu jam. Cukup melelahkan ternyata. Joe merebahkan badannya dikasur sembari menunggu kelanjutan PBAK hari pertama.

    Tetapi, sungguh malang setelah satu jam PBAK belum juga berlanjut. Live YouTube diisi dengan suara televisi hitam putih yang sedang rusak bahkan seperti hujan lebat disiang hari yang sedang cerah. Ada apakah ini?

    Joe membuka live chat yang membuat ia terkejut dan ingin tertawa karena komentar dari mahasiswa baru lainnya yang mengatakan live YouTube gagal karena suaranya tidak jelas dan yang terdengar hanyalah suara seperti televisi rusak. Bahkan beberapa memilih meninggalkan acara PBAK dan memilih tidur.

    Tetapi Joe tetap memilih untuk menunggu walau dengan suara yang tidak jelas. Hingga raganya sudah tidak kuat dan akhirnya ia tidur dikasur empuknya meninggalkan PBAK dengan mimpi indah.



No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner