Cuplikan

Angket Mahasiswa Jadi Pemicu, UIN Ponorogo Ajukan Program Studi Bisnis Digital

 

Ilustrasi: Laisya

lpmalmillah.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo tahun ini (17/3/2026) mengajukan Program Studi (Prodi) baru di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), yang mana pengajuan ini didasarkan atas beberapa keresahan para mahasiswa terkait tidak adanya prodi nonislami. Pengajuan prodi baru ini merupakan salah satu bentuk kesiapan alih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN. Ada tiga prodi yang diajukan, salah satunya adalah prodi Bisnis Digital. Prodi tersebut rencananya akan bernaung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Bisnis digital merupakan program studi yang mempelajari segala kegiatan usaha yang menggunakan teknologi.
Proposal pengajuan prodi Bisnis Digital tersebut sedang dalam proses koreksi review yang berjenjang di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Jawa Timur. “Review (proposalnya) itu berjenjang, dari pihak LLDIKTI untuk mengecek apakah prodi tersebut sudah banyak atau ada yang sama. Karena dikaitkan dengan prodi-prodi tetangga (juga),”tutur Edi Irawan selaku Wakil Rektor I UIN Ponorogo bidang Akademik dan Kelembagaan.
Pembukaan prodi ini bermula dari data angket yang dilaksanakan pada waktu penerimaan mahasiswa baru tahun 2025. Keterangan ini disampaikan oleh Edi ketika diwawancarai oleh kru LPM aL-Millah.“Pemilihan prodi mengacu pada hasil angket yang dilaksanakan pada waktu penerimaan mahasiswa baru tentang prodi mana yang mereka minati selain yang sudah tersedia di UIN Ponorogo,” jelas Edi.
Berdasarkan hasil angket yang telah dilakukan, pengajuan prodi tersebut disusun sebagai upaya untuk menyesuaikan kebutuhan dan minat calon mahasiswa. Namun, ada beberapa kendala dalam proses pengajuan, yaitu dalam proses administrasi. Kendala yang terjadi disebabkan karena masih belum sesuai dengan prosedur penilaian. “Tiga prodi yang sudah diajukan kemarin itu masih terkendala dalam proses administrasi, namun masih bisa diperbaiki dan diajukan lagi pada bulan September. Karena sistemnya buka tutup,” tutur Hestu Haira, selaku ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan sekretaris pengajuan prodi baru.
Adapun kesiapan fakultas dalam pengajuan prodi baru, yaitu sudah adanya perencanaan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM), seperti dosen yang ahli dalam bidangnya. Nantinya akan diadakan rekrutmen dosen tambahan guna memenuhi kebutuhan prodi. Tidak hanya itu, dalam segi sarana prasarana seperti ruang kelas juga dipertimbangkan untuk bisa dihitung berapa daya tampungnya jika prodi tersebut telah resmi dibuka. “Kita juga melihat bagaimana ketersediannya SDM dosen. Tetapi juga sedang mengusulkan ke kementerian untuk rekrutmen dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) lagi untuk memenuhi posisi-posisi prodi yang sudah dibentuk,” jelas Edi.
Selanjutnya, harapan dengan adanya prodi baru ini dengan menjadikan UIN Ponorogo semakin besar dan diterima oleh masyarakat, seperti yang dipaparkan oleh Hestu Haira. “Harapan dengan adanya prodi baru ini yaitu menjadikan UIN semakin besar dan diterima oleh masyarakat. Jadi, mewadahi dari potensi-potensi mahasiswa yang ada di Ponorogo dan sekelilingnya,”tuturnya.

Reporter: Fania, Hani, Nazala, Septhina
Penulis: Nazala, Septhina
Editor: Satrio

Tidak ada komentar

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.