Iklan Layanan

Cuplikan

Ponorogo Berlakukan PPKM, Wisuda Gelombang II IAIN Ponorogo Ditunda

(Kiri: SE Bupati Ponorogo Nomor 713/1807/405.01.3/2021 tentang Perpanjangan Kesepuluh Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM); Kanan: Surat Edaran Nomor B-4470/In.32.1/PP.00.9/01/2021 tentang Penundaan Pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Gelombang II Tahun 2021)

lpmalmillah.com - Selasa (29/06/2021), menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Ponorogo Nomor 713/1807/405.01.3/2021 tentang Perpanjangan Kesepuluh Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo mengeluarkan Surat Edaran Nomor B-4470/In.32.1/PP.00.9/01/2021 tentang Penundaan Pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Gelombang II Tahun 2021. Pelaksanaan wisuda gelombang II yang awalnya dilaksanakan pada tanggal 03 Juli 2021, resmi ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Samsoel Bahari selaku Ketua Panitia wisuda sarjana dan magister membenarkan bahwa penundaan tersebut dikarenakan Covid-19. “Karena informasi zona merah di Ponorogo terkait Covid-19 semakin mengkhawatirkan, maka kami rapat untuk pelaksanaan tanggal tiga itu. Kami tidak gegabah dalam pelaksanaan wisuda, sebab sekecil apapun kegiatan akan dibubarkan. Sehingga kami mengajukan lagi terkait izin pelaksanaan yang lama (tanggal tiga, red.) dan kami mendapatkan jawaban dari Satgas bahwa tidak diizinkan (untuk) melaksanakan wisuda,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa yang sudah mendaftar untuk mengikuti wisuda gelombang II, informasi penundaan wisuda dinilai terlalu mendadak. Akibatnya, banyak mahasiswa yang terpaksa membatalkan berbagai persiapan yang sudah dilakukan. “Informasi terkait penundaan wisuda gelombang II itu terlalu mendadak. Dan itu terpaksa saya harus membatalkan sewa foto, make-up dan sewa mobil. Untungnya, pihak terkait bisa memahami, jadi tidak menimbulkan masalah,” ungkap Anggar Wulandari, mahasiswa jurusan Perbankan Syariah (PS).

Hal yang sama juga dirasakan oleh Alfian Khairulyanto, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), yang sudah melakukan persiapan wisuda. “Informasi itu (memang) sudah diberikan sejak kemarin. Namun, persiapan wisuda kan ada beberapa yang perlu disiapkan seperti penyewaan toga, penyiapan kendaraan dan terkait foto dan dokumentasi. Tapi, ya mau gimana lagi, harus patuh dengan aturan protokol kesehatan yang diketatkan kembali,” tutur Alfian.

Menanggapi hal tersebut, Samsoel mengatakan bahwa panitia akan mengajukan izin kepada Satgas terkait pelaksanaan wisuda pada tanggal 10 Juli 2021 sebagai tindak lanjut wisuda yang tertunda. “Rencana kami pelaksanaan wisuda tanggal 10, tapi kami masih menunggu informasi dari Satgas. Dan jika PPKM diperpanjang, maka mungkin penundaan wisuda juga diperpanjang,” jelasnya.

Terkait adanya penundaan pelaksanaan wisuda gelombang II, Anggar berharap agar informasi mengenai wisuda tidak diberikan secara mendadak agar ada waktu untuk persiapan bagi mahasiswa. “Harapannya kalau ada pemberitahuan, jangan dadakan. Minimal H-7 sebelum acara, jadi ada waktu persiapan dan memulai hal-hal yang ditunda,” harapnya.

Lebih lanjut, Anggar juga berharap wisuda gelombang II tidak dilakukan secara online. “Semoga juga gelombang II ini tidak dilakukan secara online. Besar harapan kami bisa wisuda secara langsung,” tambahnya

Sementara itu, Leny Prastika, mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), berharap agar Covid-19 cepat mereda sehingga wisuda bisa dilaksanakan. “Harapannya yang jelas, semoga Covid-19 segera mereda agar dapat melaksanakan wisuda dengan aman, nyaman, dan tenang,” ungkap Leny.

Reporter: Dewi, Alfiansyah, Dela

Penulis: Dela


No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner