Iklan Layanan

Cuplikan

Tunjang Prosesi IAIN menuju UIN, FEBI Buka 2 Prodi Baru

 

(Foto: Didik)
lpmalmillah.com - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo menyambut masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan suasana berbeda bersama dua program studi (prodi) baru, yakni Manajemen Bisnis Syariah dan Akuntansi Syariah. Salah satu kepentingan dari adanya dua prodi ini sebagai penunjang prosesi IAIN Ponorogo menuju Universitas Negeri Islam (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari. Terhitung dengan adanya dua Manajemen Bisnis Syariah dan Akuntansi Syariah, jumlah prodi di FEBI untuk PMB 2024 menjadi lima prodi.

Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan Akuntansi Syariah yang ada di FEBI telah dibuka untuk siswa-siswi SMA/SMK sederajat yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan di IAIN Ponorogo. Meski lahir pada awal semester yang sama, kedua prodi tersebut memiliki perbedaan skema seleksi pendaftaran. Manajemen Bisnis Syariah mengambil tiga jalur seleksi, yakni SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan Mandiri. Sedangkan Akuntansi Syariah mengambil jatah UM-PTKIN dan Mandiri saja.

Menurut teknisnya, kemunculan dua prodi baru ini merupakan salah satu penunjang kelancaran proses IAIN menuju UIN. Sebab dari segi kuantitas, IAIN Ponorogo diketahui masih membutuhkan tambahan mahasiswa. Keterangan ini disampaikan oleh Aji Damanuri selaku Wakil Dekan I FEBI ketika diwawancarai oleh kru LPM aL-Millah pada Selasa (19/3/2024). “Untuk alasan teknis, karena kita mau jadi UIN, maka otomatis kita juga harus memperbanyak prodi. Supaya peluang untuk memperoleh mahasiswa lebih banyak. Kalau prodinya banyak artinya pilihan mahasiswa [baru] untuk kuliah itu juga semakin banyak,” jelas Aji.

Tidak hanya untuk alasan teknis, Aji turut menambahkan keterangan dari segi akademis. Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan Akuntansi Syariah akan menjadi pembeda untuk prodi Ekonomi Syariah yang sudah berjalan di FEBI. “Kita berpikir harus ada pembeda. Nanti yang Ekonomi Syariah itu kita arahkan kepada ilmu ekonominya. Prodi Akuntansi Syariah itu [penting] hampir semua bisnis membutuhkan akuntansi. Lalu Manajemen Bisnis Syariah nanti kita arahkan pada bisnisnya entrepreneurnya. Rencananya begitu,” papar Aji.

Sebagai langkah awal prodi baru, baik Manajemen Bisnis Syariah maupun Akuntansi Syariah, masing-masing direncanakan menampung mahasiswa baru untuk dua kelas. Menurut Aji, hal tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, seperti pertimbangan jumlah dosen dengan mahasiswa, ketersediaan sarana dan prasarana, juga kebutuhan tertentu berdasarkan masing-masing prodi. Sedangkan terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT), dua prodi baru ini akan disamakan dengan prodi Ekonomi Syariah.

Lebih lanjut, Wakil Dekan I FEBI tersebut optimis untuk mencetak lulusan-lulusan yang siap menjadi seorang pengusaha, tidak berhenti pada lulusan yang siap kerja saja. Harapan ini mengaca pada kondisi dunia kerja saat ini. “Dunia kerja hari ini, kan, dunia kerja yang menuntut mandiri. Maka yang kita persiapkan itu bukan orang yang siap kerja [saja], tapi siap bikin usaha. Jadi, tidak menjadi pekerja tapi menjadi pengusaha. Ingin kita begitu,” pungkas Aji.

Reporter: Mala, Alifah

Penulis: Mala

No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.