Iklan Layanan

Cuplikan

Terbatas, KPUM Adakan Debat Peserta Kongres VI

(Debat Kongres VI Institut / Foto: Kum/kru)

  lpmalmillah.com - Minggu (27/02/2022) Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Institut (KPUM-I) Agama Islam Negeri Ponorogo telah menyelenggarakan acara debat terakhir peserta Kongres VI.  Pelaksanaan debat diselenggarakan mulai tanggal 25-27 Februari 2022. Dalam pelaksanaannya, debat dilakukan secara terbatas dan disiarkan secara langsung melalui media Instagram di akun masing-masing fakultas (@kpumfatik_iainpo, @kpum_febiiainponorogo, @kpum_fasya, dan @kpumfuad_iainponorogo) serta institut (@kpum_iain_ponorogo.) 

Dikarenakan telah diberlakukannya Pertemuan Tatap Muka (PTM) secara terbatas, debat kali ini dilaksanakan dengan konsep online dan offline karena dirasa lebih efektif dan maksimal. “Jika dibandingkan dengan tahun lalu lebih efektif dengan dua metode offline dan online dan saya rasa lebih maksimal. Jadi seharusnya sudah tahu siapa saja calonnya kecuali, mahasiswa yang apatis tidak mau tahu,” ujar Lia Alfi selaku ketua KPUM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) saat diwawancarai  (26/02/2022).

Debat kandidat FEBI sendiri diselenggarakan pada 25-26 Februari 2022, bertempat di Aula Gedung FEBI. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala berupa keterlambatan waktu selama 90 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut dikarenakan panelis yang datang terlambat. “Tadi baru mulai jam setengah sepuluh, karena masih menunggu tim panelis yang belum datang dari domisioner DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa, red.), karena saat dihubungi masih berada di rumah,” tambah Lia.

Acara debat FEBI diawali dengan penyampaian peraturan debat yang harus ditaati oleh setiap peserta. Selanjutnya para peserta maju satu per satu untuk menyampaikan visi dan misinya dan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dua panelis. Dalam menjawab pertanyaan tersebut, peserta diberikan waktu masing-masing tiga menit.

(Suasana Debat Kongres VI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)

Sama halnya dengan FEBI, debat kandidat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) pada (26/02/2022) juga mengalami keterlambatan waktu selama 90 menit.  Selain itu, debat yang awalnya akan digelar di Gedung FUAD akhirnya dialihkan ke Gedung Ma’had karena adanya sterilisasi, seperti yang diungkapkan oleh Agus selaku KPUM FUAD. “Karena ada kendala mengenai Covid, satu gedung diisolasi semua, tidak bisa dipakai. Jadi, KPUM FUAD harus mencari tempat alternatif. Jadilah tempatnya di Gedung Ma’had,” jelasnya saat ditemui di Gedung Ma’had.

Debat kandidat FUAD dimulai dengan penyampaikan visi misi dari calon Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan DEMA, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan dari panelis dan audien. Untuk pertanyaan, panitia telah menyediakan amplop yang telah berisi keyword, kandidat masing-masing mengambil dua amplop dan satu pertanyaan dari panelis. Sedangkan untuk calon SEMA-F, hanya dilakukan penyampaian visi misi karena tidak ada pertanyaan yang diajukan oleh panelis dan audien. 

(Suasana Debat Kongres VI Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah)

Dalam pelaksanaan debat FUAD, terdapat kandidat yang tidak dapat hadir dalam pelaksanaan debat seperti HMJ jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) dikarenakan sakit. Sehingga, KPUM FUAD berencana mengganti debat di hari lain. “Mungkin akan diganti hari lain jika ada waktu, namun calon tidak dapat hadir tersebut sudah melakukan sidang dan memberikan surat izin karena sakit gejala virus varian baru,” tambah Agus selaku Ketua KPUM FUAD. 

Pada FATIK, debat dilaksanakan pada 25-26 Februari 2022. Dimulai pada pukul 09.30 WIB, debat digelar di Gedung Indrakila. Hari pertama dimulai dengan penyampaian visi misi dan program kerja kandidat HMJ dan DEMA. Setelah itu, di hari kedua, dilaksanakan pemaparan visi misi dan proker dari kandidat Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F). Dalam penyampaiannya, masing-masing kandidat diberikan estimasi waktu 5 menit. 

(Suasana Debat Kongres VI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan)

Sementara itu di Fakultas Syari’ah (FASYA), debat diselenggarakan pada (25/02/2022). Acara dimulai dengan penyampaian visi misi dan proker kandidat HMJ dan DEMA serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh panelis. Bagi kandidat SEMA-F, hanya melakukan pemaparan visi dan misi tanpa ada tanya jawab. Goro Satrio selaku kandidat SEMA-F menyampaikan bahwa seharusnya untuk SEMA tetap ada sesi tanya jawab. “Saya kaget karena tidak ada sesi tanya jawab untuk SEMA, DEMA dan HMJ ada, namun SEMA tidak ada pertanyaan dari panelis. Kalau bisa tetap ada (tanya jawab),” ungkapnya.

(Suasana Debat Konges VI Fakultas Syari'ah)

Terakhir, pelaksanaan debat DEMA-I pada (27/02/2022) berlangsung secara terbatas di Graha Watoe Dakon. “Kendala pada tahun ini  mungkin ada pembatasan di wilayah audiens yang menyaksikan di Graha. Tahun kemarin ada perwakilan dari tiap ORMAWA, namun sekarang difokuskan untuk online semua. Jadi, hanya calon-calon saja yang datang kesini,” ungkap Arif Muhammad selaku KPUM Institut. 

Serupa dengan debat di wilayah fakultas, tidak ada debat antar calon bagi kandidat SEMA-I di tahun ini, hanya penyampaian visi misi. “Hanya (penyampaian) visi misi. Tidak ada debatnya karena dari KPUM-I itu memang tidak ada debat untuk SEMA,” jelas Lia.

Menanggapi pelaksanaan debat tahun ini, Afif Fathurahman selaku calon Ketua DEMA FUAD menyampaikan bahwa sejauh ini acara berjalan dengan lancar dan para peserta sangat antusias. “Debat berjalan dengan lancar, tidak ada konotasi ke arah kekerasan atau ketidaksukaan terhadap sesama peserta. Dan untuk tahun ini lebih semangat dan sangat antusias sekali,” jelasnya. 


Reporter: Ulf, Zah, Est, Kum, Nir, Lia, Sit, Sal, Roj, Dit

Penulis: Iza, Lia


No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner