Iklan Layanan

Cuplikan

Jangan Remehkan Industri Rumahan


Opini Oleh: Alfiansyah

  Siapa sangka industri rumahan atau home industry terpencil jauh dari kota bisa menyulap singkong menjadi sebuah produk unggulan di desanya. Industri ini dijalankan oleh Pariyono dan istrinya yang berlokasi di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Di tempat ini, singkong diolah tidak hanya menjadi tape, tetapi juga keripik dan permen. Tapi, hanya tape yang menjadi produk unggulannya dengan nama Tape Manis Madu yang sudah terkenal sampai mancanegara.

Usaha ini dirintis sejak awal tahun 2017 yang dibantu oleh Pemerintah Desa Paringan. Bermula dari pelatihan yang disediakan pemerintahan desa, terdapat lima kelompok industri tape. Namun seiring berjalannya waktu dan ketekunan dalam menjalaninya, hanya industri milik Pariyonolah yang bertahan. Memang usaha tak selalu berjalan mulus, dalam perjalanan usaha ini, Pariyono sudah berkali-kali mengalami kegagalan.

Dalam masa percobaan, Pariyono sudah mengabiskan kurang lebih satu ton singkong. Hingga akhirnya pada tahun 2019, Pariyono menemukan resep tape yang diinginkan. Tape ini sangat khas karena tidak mengeluarkan lendir atau air meskipun sudah disimpan selama dua minggu. Menarik bukan? Tak hanya itu, rasa dari tape ini terasa lebih manis yang menjadikannya berbeda dengan tape lainnya.  

Selain rasanya yang manis, tape ini memiliki berwarna kuning keemasan. Ciri khas lain dari produk ini adalah dari segi pengemasannya. Tape dibungkus dengan daun pisang dan dikemas dalam besek berukuran sedang. Pengemasan tape dengan cara tersebut menimbulkan kesan tradisional. Hal tersebutlah yang menjadikan makanan khas dari Desa Paringan ini sangat patut untuk dicoba, hehe.  

Dengan mengambil nama brand Tape Manis Madu, produk ini sudah merajai pasaran. Bukan hal yang sulit untuk menemukan produk ini di daerah Kabupaten Ponorogo. Sebab, pemasaran produknya sudah meluas hingga kabupaten tetangga, seperti Wonogiri, Ngawi, dan Madiun. Tidak cuma sampai di situ saja, pemasaran tape manis madu juga sudah mencapai Hongkong. Keren sekali, bukan? Sekelas home industry, loh...

Mengenai pemasaran yang sudah sampai Hongkong memang bisa dikatakan suatu kebetulan. Awalnya, tidak sengaja tape itu dibawa oleh tetangga Pariyono yang bekerja di Hongkong sebagai oleh-oleh. Tidak disangka, tape manis madu cukup dinikmati hingga memunculkan reseller-reseller di Hongkong. “Awalnya itu ada salah satu tetangga yang bekerja di sana (Hongkong, red.), mungkin dibawa sebagai oleh-oleh dari Indonesia. Lalu kesini-sini jadi banyak (permintaan), ada kerjasama juga dengan reseller di sana,” ujarnya.

Tidak cukup sampai situ saja, industri ini juga memiliki kehebatan lain. Hadirnya industri ini memberikan berkah bagi warga sekitar, baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun Sumber Daya Alam (SDA). Pertama, industri ini mampu menyerap tenaga pekerja hingga 4 sampai 5 orang, yaitu para tetangga sekitar. Kedua, industri ini dapat menyerap hasil pertanian berupa singkong dari petani sekitar. Bahkan sampai memasok singkong dari desa lainnya. Hal inilah yang patut diacungi dua jempol!

Keberkahan lainnya juga bisa dirasakan oleh para peternak sekitar. Pasalnya, sisa dari singkong yang tidak layak beserta kulitnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sepertinya benar-benar tidak ada yang terbuang sia-sia dari hasil pengolahan industri ini. Kalaupun ada, mungkin itu hanya tanah yang menempel di singkong sebelum dikupas. Tapi ‘kan nanti tanahnya juga bisa dikumpulkan untuk menanam tanaman lagi? Sungguh, tidak ada yang sia-sia.

Menilik dari industri tersebut, dapat disimpulkan bahwa memang tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa adanya semangat kerja keras. Tentunya, hal tersebut juga harus diimbangi dengan usaha, doa serta konsistensi. Tidak perlu takut untuk mulai mencoba. Karena apa yang kita tanam, pasti akan kita tuai hasilnya dikemudian hari.

Tak lupa, apresiasi juga patut ditujukan kepada pemerintah desa setempat yang sudah berusaha mengembangkan potensi di desanya hingga sedemikian rupa. Rasanya, bentuk dukungan semacam ini perlu dijadikan contoh bagi pemerintah desa-desa lain agar industri rumahan maupun usaha menengah ke bawah lainnya bisa lebih berkembang sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.


No comments

Komentar apapun, tanggung jawab pribadi masing-masing komentator, bukan tanggung jawab redaksi.

banner